<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1258913416070096664</id><updated>2011-04-22T08:58:04.040+07:00</updated><category term='Self Development'/><category term='Anti Virus'/><title type='text'>Angga's Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anggaari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggaari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Angga Ari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06279320670248582037</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ldsgQ4soXUo/SV_4l96MqEI/AAAAAAAAADY/m582ihxuCoU/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1258913416070096664.post-6812828681398462020</id><published>2009-01-05T13:51:00.024+07:00</published><updated>2009-01-11T23:40:45.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anti Virus'/><title type='text'>PC Media Anti Virus 1.9.1</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Berawal ketika ingin memindahkan data dari USB flash disk ke komputer. Saya mendapati keanehan terhadap file–file word yang saya pindahkan. File-file tersebut yang awalnya berekstensi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doc&lt;/span&gt; menjadi file application berekstensi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;exe&lt;/span&gt;. Hal tersebut terlihat juga dari ukuran file yang semuanya berukuran 684 KB dan icon dari file-file tersebut berbeda dengan icon file word biasanya. Virus tersebut menyembunyikan file &lt;span style="font-style: italic;"&gt;word&lt;/span&gt; asli (*.doc) dengan file &lt;span style="font-style: italic;"&gt;application&lt;/span&gt; (*.exe) dengan nama file yang sama. Ketika kita menghapus file application (*.exe), file tersebut dapat hilang, tetapi sesaat kemudian kembali lagi. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Prinsip kerja virus ini seperti Rontok Bro yang beberapa tahun lalu sempat terkenal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Tetapi alhamdulillah file-file &lt;span style="font-style: italic;"&gt;word&lt;/span&gt; yang bukan berasal dari USB flash disk tidak berubah menjadi application. Setelah mencoba beberapa antivirus seperti AVG, Antivir, Ansav dan Avast, tetapi semua antivirus tersebut tidak dapat menghapus dan mengembalikan file word seperti semula. Setelah browsing di internet, saya menemukan anti virus lokal yang lumayan bagus yaitu PC Media Anti Virus (PCMAV).  Untuk saat ini release terakhir dari PCMAV  adalah PCMAV 1.91&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;build 3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Setelah melakukan scan dengan PCMAV 1.9.1, terdeteksi virus "Malingsi.B" pada semua file &lt;span style="font-style: italic;"&gt;word&lt;/span&gt;. Ternyata "Malingsi.B" disamping menjangkiti file &lt;span style="font-style: italic;"&gt;word&lt;/span&gt;, virus ini juga menyerang file "winword.exe" pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Directory Microsoft Word" &lt;/span&gt;komputer. Hal tersebut yang menyebabkan file  yang terjangkit virus akan kembali lagi, walaupun telah dihapus. Pada akhir proses scan, bersihkan  file-file yang terjangkit virus . Semua file &lt;span style="font-style: italic;"&gt;word&lt;/span&gt; yang bermasalah kembali seperti semula.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Download PCMAV 1.91 with ClamAV Engine 0.94.2, &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3101872/PCMAV1.91withClamAVEngine0.94.2Update5Jan09.rar.html" target="_blank"&gt;&lt;u&gt;disini&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1258913416070096664-6812828681398462020?l=anggaari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggaari.blogspot.com/feeds/6812828681398462020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1258913416070096664&amp;postID=6812828681398462020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/6812828681398462020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/6812828681398462020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggaari.blogspot.com/2009/01/pc-media-anti-virus-191.html' title='PC Media Anti Virus 1.9.1'/><author><name>Angga Ari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06279320670248582037</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ldsgQ4soXUo/SV_4l96MqEI/AAAAAAAAADY/m582ihxuCoU/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1258913416070096664.post-6918473612399357632</id><published>2008-12-15T21:49:00.038+07:00</published><updated>2009-01-11T23:41:58.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Development'/><title type='text'>Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh" (John Gray)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini. &lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('tipe')"&gt;&lt;u&gt;read more &gt;&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;" class="commenthidden" id="tipe"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Tipe pertama, tipe kayu rapuh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.&lt;br /&gt;Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.&lt;br /&gt;Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Tipe kedua, tipe lempeng besi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.&lt;br /&gt;Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Tipe ketiga, tipe kapas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantukke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.&lt;br /&gt;Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bangun network&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.&lt;br /&gt;Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.&lt;br /&gt;Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?&lt;br /&gt;Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download artikel dalam bentuk pdf, &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2999645/TipeManusia.pdf.html" target="_blank"&gt;&lt;u&gt;disini&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1258913416070096664-6918473612399357632?l=anggaari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggaari.blogspot.com/feeds/6918473612399357632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1258913416070096664&amp;postID=6918473612399357632' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/6918473612399357632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/6918473612399357632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggaari.blogspot.com/2008/12/tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup_15.html' title='Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup'/><author><name>Angga Ari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06279320670248582037</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ldsgQ4soXUo/SV_4l96MqEI/AAAAAAAAADY/m582ihxuCoU/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1258913416070096664.post-7758935874359487194</id><published>2008-12-15T10:30:00.025+07:00</published><updated>2009-01-11T23:44:59.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Development'/><title type='text'>Kepepet vs Iming-Iming</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat. &lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('kepepet')"&gt;&lt;u&gt;read more &gt;&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="commenthidden" id="kepepet"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus."Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya.."Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi."Semangat... ngat..ngat! " sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian si manager bertanya, "Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?"."Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan " Establishing Sense of Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan "VISI". "Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya, rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang. Saran saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa penambahan investasi rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan bayar Anda, tapi 'sedikit lebih' dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan begitu Anda mau nggak mau dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran yang tidak penting.Langkah kedua baru pikirkan nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak. Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of Kepepet dan Iming-iming secara tepat, InsyaAllah kita akan selalu termotivasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download artikel dalam bentuk pdf, &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2999634/Kepepet.pdf.html" target="_blank"&gt;&lt;u&gt;disini&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1258913416070096664-7758935874359487194?l=anggaari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggaari.blogspot.com/feeds/7758935874359487194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1258913416070096664&amp;postID=7758935874359487194' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/7758935874359487194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/7758935874359487194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggaari.blogspot.com/2008/12/kepepet-vs-iming-iming.html' title='Kepepet vs Iming-Iming'/><author><name>Angga Ari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06279320670248582037</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ldsgQ4soXUo/SV_4l96MqEI/AAAAAAAAADY/m582ihxuCoU/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1258913416070096664.post-6578259725606579148</id><published>2008-12-15T10:28:00.009+07:00</published><updated>2009-01-08T18:27:53.450+07:00</updated><title type='text'>Menghilangkan NavBar</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;NavBar adalah menu yang berada diatas judul blog kamu (bila menggunakan Blogger). Jika kamu tidak membutuhkan NavBar tersebut, kamu dapat menghilangkannya dengan beberapa langkah berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sign In ke Blog kamu di Blogger.com&lt;br /&gt;2. Kemudian masuk ke Dashboard, klik Layout dan cari Edit HTML.&lt;br /&gt;3. Ketik kode-kode dibawah ini &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;ke dalam tag "head"  :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;#navbar-iframe{&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;display: none !important;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;}&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;4. Simpan hasil modifikasi dan buka Blog Anda untuk melihat hasilnya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1258913416070096664-6578259725606579148?l=anggaari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggaari.blogspot.com/feeds/6578259725606579148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1258913416070096664&amp;postID=6578259725606579148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/6578259725606579148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1258913416070096664/posts/default/6578259725606579148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggaari.blogspot.com/2008/12/menghilangkan-navbar.html' title='Menghilangkan NavBar'/><author><name>Angga Ari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06279320670248582037</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ldsgQ4soXUo/SV_4l96MqEI/AAAAAAAAADY/m582ihxuCoU/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
